Sejarah Uang
Sebelum manusia negenal uang sebagai alat tukar, mereka melakukan tukar-menukar barang dengan barang untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan atau biasanya disebut barter. Dalam perkembangannya, kegiatan barter menghadapi kesulitan yaitu harus ada kebutuhan yang timbul bersama-sama dalam setiap transaksi. Selain itu, kegiatan barter juga membutuhkan waktu yang relatif lama dan bertele-tele.Sejarah Uang yang Perlu Siswa Tahu
Pengertian Dan Fungsi Bank Sentral
Dengan keterbatasan sistem barter, orang membutuhkan alat ataumedia yang dapat berfungsi sebagai alat pertukaran yang sah dan disepakati secara bersama. Pada awalnya alat yang digunakan untuk melakukan pertukaran seperti ini berupa uang barang yang dibuat dari komoditas tertentu seperti emas, perak, maupun kulit kayu. Jenis ini digunakan sebagai media pertukaran karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
- Diterima secara umum karena sifat kelangkaannya.
- Mutu antara emas satu dengan emas yang lainnya relatif sama dan homogen.
- Tidak mudah rusak.
- Disukai banyak orang.
Dengan timbulnya uang barang kesulitan sistem barter dapat teratasi. Walaupun uang barang lebih baik dibandingkan dengan sistem barter, namun ada beberapa kelemahan yaitu sebagai berikut.
- Nilainya tidak stabil.
- Kesulitan dalam membaginya.
- Keamanannya tidak terjamin.
- Tidak fleksibel.
- Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil Atau Monocotyledoneae
Dari kelemahan-kelemahan tersebut, orang mulai berpikir untuk menciptakan alat tukar yang lebih simpel dan dapat meminimalisasi kelemahan-kelemahan uang barang. Kemudian diciptakan uang yang terbuat dati kertas dan logam atau disebut sebagai uang kartal seperti yang digunakan pada saaat ini. Seiring berkembangnya kegiatan perekonomian, muncullah media transaksi yang bersifat melengkapi atau menggantikan fungsi uang yaitu uang giral. Adapun bentuk-bentuk uang giral seperti deposito berjangka, cek, rekening giro, kartu kredit, maupun uang elektronik.

Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Uang yang Perlu Siswa Tahu"
Post a Comment